Tuesday, 14 June 2016

Take My Hand, Take My Whole Life too..For I Can't Help Falling in Love with You

Beberapa teman dan orang-orang sekitar pernah bertanya apa yang akan Saya lakukan dalam sepuluh tahun kedepan, dan Saya menjawab "Melanjutkan studi Master of Law supaya bisa jadi Dosen dan Pengacara, kemudian dalam kurun waktu tertentu saat sudah matang dan siap, Saya akan mendaftarkan diri menjadi Hakim non karier".

Kemudian pertanyaan lanjutannya muncul, tapi nanti kalau sudah menikah, punya anak, bagaimana?

Dan, bayangan Saya langsung dipenuhi statement-statement disertai dengan meme-meme yang bertebaran di dunia maya, kurang lebihnya begini:

Kubu pertama adalah mereka yang berpendapat bahwa pendidikan tinggi bagi wanita bukanlah untuk menjadi pegawai, bukanlah untuk menjadi karyawan, tetapi untuk keluarga kelak, untuk anak dan suaminya.


Sedangkan kubu kedua adalah mereka yang berpendapat bahwa menikah bukanlah alasan bagi wanita berhenti berkarier dan mengejar mimpi. Jaman telah berubah, pernikahan dan anak bukanlah sesuatu yang seharusnya menghalangi mimpi seorang wanita.

 Dan dimana Saya?

"Bagi Saya, Suami Saya kelak adalah seseorang yang sangat berhak membatasi karier Saya, tetapi tidak dengan mimpi Saya"

"Jangan menjadikan karier sebagai tujuan, tetapi apa yang akan terjadi jika karier tersebut berhasil diraih, itulah sesungguhnya tujuan yang sebenarnya"

Sederhananya, Saya ingin menjadi hakim, dosen ataupun pengacara karena Saya ingin memberikan 'sesuatu' kepada bangsa ini. Saya ingin hukum di Indonesia menjadi lebih baik. Dan apabila partner Saya adalah seseorang yang 'dapat memberikan sesuatu untuk Indonesia dengan caranya sendiri' (yup, dia gak harus jadi hakim atau bahkan gak harus melulu tentang hukum) maka Saya akan dengan lapang dada melepaskan keinginan Saya berkarier dibidang hukum, apabila ia menghendaki demikian.

Dengan pandangan seperti itu, maka Saya bisa mengambil kedua pendapat tersebut. Apabila suami Saya kelak mengizinkan Saya menjadi hakim, maka Saya akan melanjutkan mimpi tersebut, namun apabila dia tidak mengizinkannya, selama apa yang ia lakukan baik dalam karier maupun hidupnya dapat membuat Saya merasa 'tenang' melepas cita-cita sebagai hakim tersebut, maka Saya tidak akan ragu untuk melepaskannya, karena sesungguhnya yang Saya lepas hanyalah keinginan berkarier, bukan mimpi.

Take my hand, take my whole life too
For I can't help falling in love with you 
- Elvis Parsley -

Lagu tersebut sepertinya cukup menjelaskan, bahwa seseru-serunya berjuang adalah berjuang dengan pasangan :)

Saya juga sempat berfikir untuk menjadi seorang guru TK yang dapat menanamkan rasa nasionalisme dan integritas dalam diri tiap siswanya. Ntah bagaimana caranya, Saya masih terus berusaha menemukannya, karena itulah yang guru Saya lakukan kepada Saya sewaktu kecil. Iya, waktu kecil, Saya adalah seseorang yang suka memarahi teman yang membuang sampah sembarangan, atau mencontek dan berbuat curang. Saya yakin, apabila Saya menemukan metode yang tepat dan berhasil membuat TK 'seperti yang Saya mau', maka meski tidak dengan menjadi seorang hakim, mimpi Saya untuk bangsa ini dapat terwujud :)



Dan..

Ntah siapa yang akan mendampingi ku kelak..tapi, semoga, siapapun dia, dia adalah seseorang yang mencintai negeri ini dengan cara yang tidak biasa..dan semoga dimatanya, Aku mampu, melanjutkan mimpi sambil tetap menjalani kewajiban mulia sebagai seorang wanita, Aamiin!! :D



Wednesday, 8 June 2016

Membaca Membuat Kita Mengatahui Dunia. Menulis, Membuat Kita Mengetahui Diri Kita Sendiri


Beberapa hari terakhir ini Saya baru sadar ternyata ada juga orang-orang yang nyasar mau membaca blog Saya. Tadi malam, ada seorang calon dokter yang nge-line Saya, dia bertanya tentang Kampung Inggris. Sebenarnya dia bukanlah orang pertama, tapi orang kesekian yang bertanya tentang hal tersebut kepada Saya dengan alasan Blog Pare, Kampung Inggris yang Saya buat dua tahun lalu. Dan bukan hanya itu, pernah juga ada yang bertanya tentang ikan gabus dan albumin karena post Ikan Gabus yang Saya tulis beberapa waktu lalu, dan mereka semua adalah orang-orang yang sepertinya tidak pernah bertemu dengan Saya sebelumnya, hehehe.

Ke-awkward-an terjadi ketika dua orang teman kantor Saya mengatakan mereka juga pernah membaca blog ini, dan Sayapun baru sadar, ketika Saya menuliskan nama di google atau beberapa keyword berkaitan dengan post-post yang pernah dibuat sebelumnya, maka blog ini akan muncul disana XD *baru sadar*

Yup, kemudian tadi Saya iseng buka bagian viewer blog, dan memang, postingan yang paling banyak dilihat adalah postingan tentang Kampung Inggris, karna kebetulan post tersebut pernah dimasukan ke situs resmi kampung inggris. Post dengan viewer tertinggi kedua adalah post tentang Song Triplets well, The Return of Superman memang luar biasa, bagi Saya acara tersebut merupakan tontotan wajib bagi para ataupun calon Orang Tua :D

Post dengan viewer terbanyak yang ketiga adalah tertang Ikan Gabus disusul dengan tulisan tentang Kelas Inspirasi yang Alhamdulillah meskipun baru diposting, sudah menghasilkan cukup banyak viewer :D

Posisi keempat berisi tentang Kompetisi Peradilan Semu Mutiara Djokosoetono, UI yang Saya ikuti tahun 2012 lalu dan kelima adalah Review Skripsi

Dan itulah enam dari 39 post dengan viewer tertinggi :D

Tapiii, karena Saya masih sangat awam dan rodo gaptek, jadi maafkan kalo gak bisa kasih lihat datanya seperti blog-blog lain yang udah profesional hahahahha *serius XD

Kemudian Saya berfikir, apalah artinya viewer, toh tujuan Saya menulis blog ini adalah meluangkan waktu sambil sedikit-sedikit belajar menulis :D mungkin kalau ada waktu senggang Saya akan lebih rajin menulis di blog dan semoga seasal apapun itu kelihatannya, tetap ada sedikit banyak manfaat yang bisa diambil paling tidak bagi Saya sendiri XD

Selamat Puasa!! :D

Tuesday, 3 May 2016

Apa yang sudah Saya berikan untuk bangsa ini?


Tiga tahun terakhir, tepatnya ketika lagi skripsian dan milih jurusan, pertanyaan tersebut sering kali muncul dipikiran. Saat jaman kuliah, memang beberapa kali Saya menyempatkan waktu untuk menjadi seorang kakak asuh, mengajar untuk anak-anak kaum marginal yang tidak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan formal, tapi padatnya jadwal kuliah, aktifitas dan lomba-lomba semasa kuliah membuat Saya merasa kehadiran Saya dalam kegiatan tersebut tidak maksimal.

Berawal dari Kakak Saya yang menikah dengan seorang Pengajar Muda, akhirnya, Saya mulai mengenal lebih dekat dengan Indonesia Mengajar, membaca tulisan Bapak Anies Baswedan, blog-blog Pengacar Muda dan sebagainya..tiba-tiba Saya jatuh cinta dengan gerakan ini! gerakan yang membuat Saya merasa tidak sendiri dan percaya diri dengan masa depan bangsa Indonesia.

Direct Assignment Pengajar Muda X mengenalkan Saya dengan banyak sekali teman-teman luar biasa, walau belum berkesempatan bergabung menjadi Pengajar Muda, tapi setidaknya melalui mereka, sedikit banyak Saya bisa mengetahui potret pendidikan di wilayah terdepan Indonesia, bahagia.


see you on June temen temen :D

Kemudian Saya mengenal Kelas Inspirasi (KI), Tasik adalah kota tujuan pertama Saya, sayangnya Saya belum berjodoh dengan kegiatan KI di Tasik, ada beberapa hal di kantor yang menyebabkan Saya tidak bisa bergabung namun beruntungnya, tidak lama KI Jakarta V muncul, dan Saya berkenalan dengan rekan-rekan yang luar biasa! and here we are!

we are just a little part of Kelas Inspirasi Jakarta V

Semesta telah menuntun kami bertemu satu sama lain untuk menyatukan hati di SDN 16 Pekayon. Mengajar dan Belajar, Menginspirasi dan Terinspirasi, Memberi dan Diberi, itulah yang ku pelajari dalam dua minggu kebersamaan kami.


dari mereka Saya belajar dan lebih memahami profesi Saya sendiri


apabila ingin memahami anak kecil, jadilah seperti anak kecil - kelompok 46
panas-panasan demi latihan flashmop

dan akhirnya kami bertiga sadar: dunia itu sempit XD

Tanggal 2 Mei 2016 menjadi salah satu hari bersejarah bagi kami karena bisa bertemu dengan calon-calon pemimpin bangsa dari SDN 16 Pekayon tepat di hari Pendidikan Nasional. Kami sangat beruntung dipertemukan dengan pihak sekolah yang sangat kooperatif dan siswa/i yang sangat atraktif dan penuh semangat. Bahkan ketakutan-ketakutan kami seperti anak-anak jenuh di jam-jam terakhir atau anak-anak tidak bereaksi positif dengan materi kami pun terpatahkan di hari itu, kami lelah dan tenggelam dalam kebahagiaan :D hujan tidak menghalangi anak-anak bereaksi positif pada kehadiran kami, hujan tidak memadamkan api semangat dalam diri kami dan anak-anak.

Ada janji yang para siswa buat didepan kami dan guru-guru, namanya Janji Inspirasi, janji bahwa mereka sadar atas keistimewaannya, janji bahwa mereka akan menjemput mimpinya. Mereka semua meneriakan mimpi mereka, semua beradu dan berteriak, berusaha membuat seluruh yang hadir tahu apa mimpi mereka, apa yang menjadi cita-cita mereka.

Upacara dan Dilanjut dengan Opening #KelasInspirasiJakartaV

Terima kasih tak terhingga kepada keluarga besar SDN 16 Pekayon yang sangat mendukung acara kami khususnya Bapak Pramono dan Ibu Santika serta siswa/i SDN 16 Pekayon yang luar biasa apresiatif dan cepet tanggep (i have to say, mereka dengan cerdiknya bisa cepet nangkep apa itu pengacara loh!)specially for anak-anak ku di kelas 2B, 3B, 5A dan 6B!

Dan tentunya terima kasih dari hati untuk keluarga besar kelompok 46! Mami Oci (and thanks mom bukunya kautsar will love it much  :*), Kak Pendi dan Kak Wino yang ternyata lingkungan pertemanan kita begitu dekat XD, Kak Adel, Kak Lele dan Kak Ntep (geng pondok kelapa), Mami Lina, Kak Kiki, Kak Melly, Kak Vita, Kak Maya, Kak Ader, Kak Esi, Kak Irene, Kak Ocha, Kak Ichi, Kak Dedi, Kak Diego, Kak Diah, Kak Nunik, Kak Mey, Kak Tia, Kak Gigi, Kak Idzan, Kak Diah, Kak Dimas, Kak Gia, Kak Aul, Kak Frans, Kak Heru, Kak Ahmad, Kak Vembry, Kak Alma, Kak Rima..semoga silaturahmi nya gak selesai sampai disini yaaa :D

Selamat Hari Pendidikan Nasional!!
senyum lelah bahagia

"dan kini, melihat semangat kelompok 46 Kelas Inspirasi Jakarta V serta melihat anak-anak dan guru-guru SD 16 Pekayon aku menyadari: bahwa kami hanya sebagian sangat kecil dari gerakan ini, dan gerakan ini hanyalah salah satu dari gerakan yang memiliki kepedulian di bidang pendidikan..perlahan aku mulai bisa menjawab pertanyaan ku tentang apa yang ku berikan untuk negeri ini.. Aku memberikan rasa percaya! Percaya bahwa masih banyak orang yang peduli dengan nasib negeri ini, masih banyak orang-orang yang bergerak dengan caranya dan gerakannya masing-masing, ditempatnya masing-masing..dan Saya percaya, bahwa kami bukanlah minoritas"


And it's our Youtube Link Video Kelompok 46

Thursday, 25 February 2016

Perjalanan Panjang Menemukan Passion

Passion..passion..passion..

Apa sih passion? Seberapa penting kerja menggunakan passion?

Menurut Saya: Penting banget. Keinget kata-katanya Pak Ridwan Kamil: Pekerjaan paling menyenangkan adalah hobby yang dibayar.

Setelah lulus dua tahun lalu dari kampus (iya, udah dua tahun) dan menyelami dunia kerja, rasanya Saya menemukan tiga passion utama Saya:


  1. Jalan-jalan
  2. Anak-anak dan interaksi sosial
  3. Hukum
Yap, I just realize that Law is my last passion, but at least it still be my passion, Alhamdulillah gak salah jurusan. Saya mengetahui tiga passion tersebut bukan secara tiba-tiba, tapi melalui pengamatan panjang terhadap diri sendiri.

Saya mengingat masa kecil. Sejak kecil Saya sangat suka main boneka and treat them really well..dimandiin, dikasih makan (pura-pura tentunya) dan sebagainya. Tidak hanya boneka, tetapi juga tamagochi, the sims dan permainan-permainan lain yang mengharuskan kita memiliki avatar. Sejak kecil Saya tidak suka (atau tidak bisa?) bermain lego, tetris, puzzel dan sejenisnya, imaginasi Saya terhadap bangun ruang ataupun datar sangatlah buruk. Berbeda dengan kakak Saya yang bermain the sims untuk membangun rumah beserta mendesign interiornya, Saya hanya suka memainkan avatar-avatar yang ada disana, memastikan avatar-avatar ku bahagia dengan kehidupannya. Then I really realize, I love to make people around me be happy, I love to treat them well as I could.

Passion jalan-jalan? Yap, it's related to my social passion. I love to do traveling to observe people. Jalan-jalan disini bukan jalan-jalan keliling mall terus shoping dll, bukan. Saya sangat suka perpindahan, Saya adalah seseorang yang bisa menikmati macetnya Jakarta dari sebuah angkutan umum karna disana Saya bisa melihat banyak orang, mengamati ekspresi orang lain, orang-orang yang mungkin tidak seberuntung Saya, and just watching people around, I can increase my mood. Bukan, bukan berlebihan. Saya benar-benar bisa naik kreta bahkan itu kreta ekonomi saat jalan-jalan. Karna perjalanan bukan tentang tujuan, tapi proses. Jadi, disaat Saya merasa jenuh dengan aktifitas, all I have to do just beli tiket kreta api jakarta-bogor and take some 'me time'. Suka mengamati, suka perjalanan. Tapiii, bukan berarti Saya gak suka jalan-jalan yang beneran dalam arti traveling yaaa, I really like it! Makanya Saya suka banget kerja di kantor yang mengharuskan Saya travel around place, province atau bahkan state! :D Alhamdulillah kerjaan yang sebelumnya dan sekarang cukup mengakomodir itu. At least sometimes I am chosen to do some official travel and the most important is it for free of charge! Saya benar-benar menikmati sebuah lingkungan baru.

Hukum! Yap, another passions I have. Passion hukum adalah yang paling rasional bagi Saya sekarang ini, dan tugas Saya adalah menjadikannya menyenangkan dan menghasilkan. Makanya Saya memilih bekerja di Firma Hukum daripada di Perusahaan. Kenapa? Karna firma hukum memiliki case yang lebih dinamis, probabilitas Saya untuk bertemu dengan orang baru, keilmuan baru dan lingkungan baru lebih tinggi daripada perusahaan yang cenderung statis.

Hampir setahun kerja di Law Firm membuat Saya merasa tidak seperti bekerja. When I have the deadline, a lot of duties, do overtime dll rasanya seperti selalu sadar kalau semua memang proses, dan yaudah, tinggal jalanin. Bukan berarti gak pernah jenuh, jenuh sesekali ada, tapi masih bisa ditolelir dan diobati segera, tapi segaknya, ketika ada pertanyaan "kok kuat sih kerja di Law Firm yang pulangnya larut terus?" Saya bisa menjawab dengan cukup percaya diri "because it is my passion" 
walaupun bukan passion yang paling paling utama, but at least I love my job *yang ini diomongin dalem hati* hehehe

So, live happily! :D

Friday, 27 November 2015

Lagu Paling Romantis

Pertama kali denger lagu ini waktu SD, tapi baru bener-bener ngeh sama liriknya pas upacara 17 Agustusan gara-gara waktu itu ikut ngerusak dengan jadi Paduan Suara di SMAN 91 Jakarta.

Lagu ini berjudul "Pantang Mundur" ciptaan Titiek Puspa

Kulepas dikau pahlawan
Kurelakan dikau berjuang
Demi keagungan Negara
Kanda pergi ke medan jaya

Bila kanda teringat
Ingatlah adik seoarang
Jadikan daku semangat
Terus maju pantang mundur

Air mataku berlinang
Karena bahagia Putra pertama lahir sudah
Kupintakan nama padamu pahlawan
Sembah sujud ananda
Dirgahayulah kakanda
Jayalah dikau pahlawan
Terus maju pantang mundur

Meski liriknya nggak puitis-puitus banget kaya Mahadewi-nya Padi ataupun Himalaya-nya Maliq & D'essentials, tapi lagu ini liriknya 'jujur' banget. Seorang perempuan dengan ketegaran hati dan kesabarannya ngerelain sang suami pergi berperang. Ia hanya meminta supaya si tentara supaya terus mengingat dan menjadikan dirinya sebagai semangat. Sang pencipta lagupun mengatakan, inspirasi beliau membuat lagu ini dikarenakan melihat romantisme isteri maupun calon isteri melepas kepergian para tentara. Ada yang lagi hamil, ada juga yang masih baru pengantin baru.

Ya, pokoknya lagu ini romantis bangetlah :)

Berikut lagi pantang mundur yang di nyanyiin pake versinya Putri Ayu:

Friday, 23 October 2015

The Return of Superman: Best Parenting Program that I ever watched!

Hallo hallo

Selamat Siang! Tulisan kali ini bakal ngebahas tentang salah satu kesukaan ku, Variety Show Korea!! Bukan maksud nggak nasionalis, tapi menurut ku acara-acara Variety Show Korea Selatan ini bener-bener berkualitas, mereka bisa mengemasnya menjadi sesuatu yang menarik dan bikin kita bisa belajar banyak.

Yang kali ini mau aku bahas adalah program yang membahas tentang Parenting Ways yang digunakan oleh para Ayah dalam mendidik anak-anak mereka yang berjudul "The Return of Superman". Para Ayah yang berprofesi sebagai public figure mulai dari Aktor, MC, olahragawan tersebut tidak berperan sebagai 'guru' yang ngajarin kita sebagai penonton tentang 'bagaimana caranya menjadi ayah/orang tua yang baik', tetapi mereka juga yang belajar dari apa yang mereka lakukan. Ada yang memiliki metodenya sendiri sampai ada yang merasa mereka sesekali butuh bantuan psikolog anak dalam mendidik anak-anak mereka, dan dari cara-cara tersebutlah akhirnya kita sebagai penonton bisa 'mengambil' sesuatu dari acara tersebut.

Konflik yang dihadapi mereka pun berbeda-beda, mulai dari seorang ayah dengan dua anak laki-laki dimana sang adik sedang mengalami perubahan dari masa anak-anak keusia remaja yang merasa sedikit iri dan merasa tidak bisa lebih baik dari kakaknya. Ada lagi permasalahan anak perempuan yang sudah terlalu lama jadi anak tunggal yang akhirnya agak keras kepala dan manja,  serta yang paling femomenal adalah kehadiran anak-anak aktor Song Il Kook yang kembar tiga non otentik yang saat ini lagi popular banget alias Song Daehan, Song Min Gook dan Song Man Se.
Song Triplets: Manse, Minguk, Daehan
Kali ini aku bakal berfokus membahas tentang Song Il Kook membesarkan anak-anaknya karna jujur aja mereka adalah faforitku, mulai dari anak-anaknya, cara mendidiknya, latar belakang keluarga mereka sampai dengan papa nya *eh hehehe. Bukan berarti anak-anak yang lain nggak lucu dan gak dididik dengan baik, tapi aku emang sukaaaa banget sama mereka secara subjektif :D

1. Fakta Song Il Kook dan isterinya



9 months
Song Il Kook adalah seorang Aktor korea yang terkenal lewat serial Jumong sebagai Raja Jumong dan ia memang seorang aktor yang masih ada hubungan darah dengan salah satu pejuang kemerdekaan Korea Selatan. Hal itulah yang mendasari ia memberikan nama Daehan Minguk Manse untuk anak kembarnya tersebut, karena nama itu memiliki arti "Jayalah Republik Korea Selatan!" dan biasa dipakai untuk yel-yel oleh warga Korea Selatan. Tidak hanya Song Il Kook yang nasionalis, tetapi Isteri Song Il Kook juga, karena ia adalah seorang Hakim di Pengadilan Tinggi. Yang unik, dalam suatu wawancara diketahui bahwa Song Il Kook dan isterinya menanti kehadiran buah hatinya tersebut selama delapan tahun pernikahan mereka! Wah, bisa dibayangkan menanti sang buah hati selama delapan tahun dan ternyata diketahui sang buah hati yang dinanti bukan hanya satu atau dua, tapi tiga

Diawal kehamilan, dokter saat itu juga sempat memberikan masukan agar Song Il Kook dan isteri lebih baik menggugurkan salah satu bayi karena apabila dipaksakan bisa berbahaya khususnya untuk sang ibu, tetapi dengan keyakinan penuh akhirnya Il Kook dan isteri menolak anjuran dokter tersebut dan mengatakan siap untuk menerima segala resiko bahkan yang terburuk. Wooow, kebayangkan sulitnya posisi mereka waktu itu? Salut! Dan Alhamdulillahnya, pada Maret 2012 akhirnya Triplets lahir dan Ibunya tetap sehat sampai dengan saat ini :)

Satu hal yang bikin aku respek banget sama Song Il Kook adalah ketika ditanya apa alasannya mengikuti Program The Return of Superman, ia menjawab dengan serius bahwa ia sangat ingin memberikan 'hari libur' untuk isterinya yang selama ini sibuk menjaga Triplets dan sekaligus bekerja. Ia sangat ingat dan selalu teringat bagaimana sang isteri menahan sakit saat detik-detik kelahiran triplets dan bagaimana sang isteri 'membawa' triplets selama 9 bulan yang hampir 3x lipat lebih besar daripada kandungan pada umumnya :) selain itu, dalam beberapa kali wawancara banyak nitizen ataupun pewawancara yang bertanya atau menurut ku lebih ke 'meminta konfirmasi' bahwa ada issu yang mengatakan isteri Song Il Kook adalah seorang isteri yang dominan di keluarga lebih dari dirinya, tetapi ia dengan tegas membantah dan mengatakan bahwa itu tidak benar dan mereka benar-benar dalam keadaan yang saling mencintai dengan cara menghargai. Nitizen menganggap seperti itu karena selama ini image seorang hakim apalagi di pengadilan tinggi adalah seseorang yang sudah pasti cerdas (sang isteri lulusan S2 Hukum) dan mendominasi sedangkan Song Il Kook terlihat sebagai artis tampan yang sangat santai.

Aku bener-bener bisa ngeliat Song Il Kook benar-benar seorang suami yang ideal karena sayang sama isteri dan anak-anaknya, dia nggak mau ada desas desus yang buruk tentang isterinya. Ia benar-benar menegaskan bahwa mereka memang sangat berbeda, dan perbedaannya itulah yang menyatukan mereka, Ill Kook mengatakan mereka hampir tidak pernah bertengkar satu sama lain karena perbedaan-perbedaan tersebut. Selalu salut sama Song Il Kook yang bener-bener family oriented :)

2. Fakta Daehan, Mingguk dan Manse



Bukan hanya wajahnya saja yang berbeda, tetapi karakter mereka benar-benar berbeda. Disitu aku amaze banget sama keunikan pencipta setelah menyadari bagaimana bisa tiga orang anak yang berasal dari gen yang sama, tumbuh di rahim yang sama, dilahirkan nyaris sama-sama dan tumbuh bersama-sama bisa punya wajah yang nggak mirip dan sifat yang beda banget.


Anak Pertama: Song Dae Han

Song Daehan yang kalem dan ganteng :D

Song Dae Han yang merupakan anak pertama menurut ku memiliki wajah yang ganteng, kalem dan sifat yang mature banget. Dia benar-benar gentle untuk ngejaga adek-adeknya, dia bangga, sayang dan khawatir banget ada hal-hal buruk yang terjadi dengan ayahnya ataupun barang-barang ayahnya, dia paling nurut sama ayahnya dan jarang nangis, bayangin aja, waktu Daehan dan adik-adiknya harus diimunisasi, Daehan menjadi satu-satunya yang tidak menangis, dan yang paling unik adalah justru dia akan menangis ketika dia tau dia melakukan kesalahan dan segera meminta maaf.

1 Minguk, 2 Daehan, 3 Manse

Kalo kata appa nya bukan hanya sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan Daehan sudah berada dipaling bawah dan dengan otomatis menopang kedua tubuh adik-adiknya agar mereka merasa lebih nyaman. Daehan seperti sudah sadar dan memiliki naluri seorang kakak, tanpa dibilanginpun dia bakal ngejagain adek-adeknya, seperti contohnya waktu awal mereka shooting mereka baru berusia 27 bulan, tapi diepisode tersebut Daehan udah nunjukin kedewasaannya dengan ngasih tau si maknae (si bungsu) agar ia tidak bermain dengan colokan listrik karena itu akan membahayakan dirinya sendiri. Appanya juga bilang kalau Daehan ini paling mirip sama dia, mulai dari kesukaannya dibidang fotografi, suka sama hal-hal tentang nature, dan beberapa sifat lain, makanya ketika mereka sedang berjalan, si Daehan jarang dipegang ayahnya, dia akan memegang Minguk dan Manse di kanan-kiri dan kemudian Daehan akan memegang salah satu dari mereka.

Daehan merupakan salah satu anak yang rajin baca buku, tapi hal tersebut menyebabkan ia memakai kacamata di usia yang sangat dini (belum sampai 4 tahun umur internasional), tapi untungnya dia tetep ganteng dengan atau tanpa kacamata :D

with glasses


Waktu Daehan memenangkan Minguk yang abis dihukum guru


Anak Kedua: Song Minguk
Minguk born to be cute :D
Minguk adalah anak Kedua, seperti kebanyakan, anak tengah cenderung memiliki sifat yang kombinasi. Sesekali dia bisa jagain adeknya, sesekali dia cengeng dan penakut, tapi yang menjadi ciri khas adalah Mingguk merupakan anak yang paling sering bertingkah imut atau bahasa koreanya aegyo.

Bahkan pas lagi nahan nangis aja mukanya lucuuuu

Menurut objektifku, Minguk ini yang paling cerdas diantara yang lain, salah satu contohnya saat Sang Ayah memberikan tiga buah balok es yang didalamnya terjebak dinosaurus dan meminta mereka menyelamatkan si dino, Minguk dengan reflek menjilat dan menaruh si dino didepan kipas supaya suhunya normal (walau dia gak bilang alesannya itu, tapi yang aku tanggep dia salah satu pelopornya), Minguk juga punya ingatan yang luar biasa, khususnya saat mereka belajar pansori (pantun budaya korea) dan saat mereka harus ke rumah sakit, cuma ngeliat pintunya aja si Minguk ini langsung nangis tiba-tiba karena dia sadar sama memori menyedihkannya di rumah sakit :D intinya kalo Daehan itu ganteng, nah Mingguk ini versi lucunyaaaaa..bener-bener ngegemesin khas anak-anak. Minguk juga afal banget sama tarian dan nyanyian anak-anak yang dia denger, dia bahkan bisa nyanyiin lagu bahasa inggris! Minguk ini paling sering berantem sama si adek dan sering ngalah sama hyung nya (kakak nya), kayanya bukan ngalah sih, tapi respek gitu. Minguk ini memiliki lingkaran kepala yang paling besar sampe-sampe selama shooting dia udah 2x jatoh gara-gara keberatan kepala, pas dia jatuh aku kasian-kasian gemes gitu, kasiannya sama Mingguk dan gemesnya sama si adeknya yang malah ikutan nangis dan nyalahin papa nya yang nggak hati-hati pas lagi main sama Minguk
Minguk lagi mikir juga imuut

Anak Ketiga: Song Man Se

Pertama kali aku ngeliat Manse, kesan pertama ku adalah : Gila, ini anak kecil mukanya rese banget
Kalau kata Song Il Kook, Daehan itu mirip dia, Minguk mirip Isterinya, Manse? Manse adalah Manse, dia benar-benar nggak mirip siapa-siapa kecuali dirinya sendiri. Manse ini tipa anak yang rese dan bebas. Kalau dia jawab pertanyaan mau menang ataupun salah dia bakal ketawa. Manse cenderung ajaib terutama dalam hal pergaulan, dia bisa bergaul dengan siapa saja dengan cepat, mulai dari nenek-kakek, tante-om, laki-perempuan pokoknya dia bisa. Song Il Kook sendiri sampai bingung sama si bungsu itu, kadang-kadang manse suka 'ilang' saat shooting, ternyata dia lagi ngobrol sama nenek-nenek yang bawa makanan atau mainan, ajaib banget lah anak ini.

Keanehan dan Freestyle nya manse tersebut lah yang menarik banyak perhatian para fans nya termasuk aku. Daehan itu ganteng, Minguk itu lucu, Manse itu ngeselin, tapi lucuuuu, hahahaha. Dia suka sotoy, tapi kalau salah dia ketawa nyengir sambil ngaku salah gitu. Manse ini kadang-kadang suka jadi trouble maker dan paling sulit kalau dipanggil ayahnya, dia tergila-gila sama mobil dan kecepatan. Song Il Kok sempet bilang jangan-jangan Manse punya sifat begitu ara-gara namanya, seperti sudah disinggung diatas Daehan-Minguk berarti Republik Korea, sedangkan Manse itu artinya: Jayalah! Hore! Abadi-lah! :D

Kalau kata penulis The Return of Superman, Manse memiliki wajah yang sangat entertain dan kamera genic hahaha, mungkin karena dia berani dan bener-bener talk active, dia sering banget bertanya ini-itu ke ayahnya atau mengeluarkan celetukan-celetukan yang ajaib.
Manse loves acting and  does something funny :D
He became a volunteer to be the marmaid XD

3. Parenting Ways Terfaforit

Oke, cukup untuk perkenalannya yaah :D
Ada beberapa alasan aku suka banget sama cara Song Il Kook dan isteri mendidik anak-anaknya, diantaranya:

- Karakter Daehan, Mingguk dan Manse kuat banget
Sejak awal shooting The Return of Superman karakter mereka udah bisa keliatan bahkan sebelum ayahnya menjeaskan dan mengenalkan. Saat perkenalan Daehan sang kakak terlihat melakukan bow alias membungkukan tubuhnya yang artinya ia menyapa dengan cara yang sopan. Minguk sudah mulai senyum-wink dan danah-dadah dengan cara yang gemesin banget, sedangkan Manse udah nunjukin karakternya dengan mendistrubing saat Mingguk diperkenalkan

Mingguk mulai Aegyo, Daehan abis Bow dan Manse ngeganggu perkenalannya Minguk :D
Logikanya mereka nggak mungkin kan ngerti script dan melakukan semuanya karna disuruh, meskipun mungkin emang sang produser memang memperkuat karakter masing-masing dari mereka, tetapi aku yakin kalau itu nggak mungkin bisa dilakuin kalau dari merekanya nggak punya karakter yang kuat :D

- Cara Mendisiplinkan Anak

Song Il Koo punya banyak cara untuk mendisiplinkan anak-anaknya, tapi nggak satupun dari cara-cara itu yang menggunakan kekerasan atau bahkan kata atau nada yang keras. Saat salah satu dari mereka melakukan kesalahan, Song Il Kook tidak pernah memarahi mereka didepan saudara-saudaranya yang lain, karena menurut isterinya hal tersebut dapat menjatuhkan mental mereka atau mereka merasa lebih buruk/lebih baik dari saudara-saudaranya, sehingga apabila ada yang melakukan hal-hal yang kurang baik, Il Kook akan membawa mereka ke suatu sudut dan tidak bisa didengar yang lain dan menasehatinya bahwa apa yang ia lakukan salah beserta alasannya. Contohnya saat makan, Il Kook sudah memberi tahu kalau anak-anaknya harus makan dengan baik dan tidak lebih dari 30 menit, waktu Manse mengemut makanannya dan tidak menghabiskannya lebih dari 30 menit, Il Kook langsung mengingatkan dan ketika Manse masih 'batu' Manse akan dibawa ke pojokan, Il Kook langsung menasehati Manse dengan cara yang sangat halus. Tidak hanya menyuruhnya menghabiskan makan, tetapi dia memberi tahu alasannya bahwa makanan itu adalah sesuatu yang berharga dan perbuatan bermain-main dengan makanan bukanlah hal yang baik. Setelah menasehati Manse Il Kook akan langsung mencium dan memeluk Manse tanda bahwa ia menasehati bukan karena marah, tetapi karna sayang. Hal itu bukan hanya berlaku untuk Manse, tetapi juga kedua abangnya Daehan dan Minguk. Selain itu, metode ini tidak hanya dipakai saat mereka sedang di rumah, tetapi juga saat mereka di rumah orang lain. Kata Il Kook, ia khawatir apabila ia tidak melakukannya diluar, anak-anaknya akan menyangka ia boleh melakukan hal-hal buruk asalkan tidak dirumah.

Contoh saat Il Kook menasehati Daehan

Atau The Miracle of 10 Seconds, yaitu saat Daehan agak keras kepala dan tidak mau meminjamkan Vacum Cleaner untuk Manse, Il Kook akan memberi tahu Daehan bahwa Manse juga ingin bermain dengan Vacum Cleaner, ia mengatakan akan menghitung 1-10 secara pelan-pelan dan dia harap setelah 10 detik Daehan akan memberikan Vacum itu kepada Manse, dan ajaibnya setelah 10 detik Daehan benar-benar memberikannya pada Manse. Menurut Il Kook, terkadang kalau kita memaksakan agar Daehan memberikan kepada Manse akan menyebabkan Daehan semakin keras untuk menolaknya atau memberikan tetapi tidak ikhlas, tetapi saat Daehan memberikannya kepada Manse secara ikhlas itu justru akan pelan-pelan mengajarkan Daehan bahwa ia sudah memakai Vacum tersebut selama 10 hitungan, sedangkan Manse belum dan ia juga sangat menginginkannya, makanya ia harus berbagi juga dengan Manse. Dan ajaib, tidak ada satupun dari Daehan dan Manse yang terlihat marah, mereka justru saling tertawa satu sama lain setelah hitungan 10 :D

Selain itu, setiap kali mereka berantem atau sekedar ngambek-ngambekan, Il Kook bakal minta anak-anaknya untuk saling peluk dan cium, hal tersebut sangat efektif dan bahkan mereka bisa melakukan itu semua tanpa diminta appa nya




Song Il Kook juga mulai mengajarkan mereka manner, seperti saat makan dengan orang yang lebih tua, mereka harus menunggu orang tersebut makan disuapan pertama baru mereka boleh makan. Lalu tentang pengucapan salam, berbagi dan sebagainya. Pokoknya Daehan Mingguk Manse ini dimata ku bener-bener well mener banget untuk anak yang belum sampai berusia 4 tahun, mereka benar-benar sopan dan terlihat dekat dengan kru-kru yang menshooting The Return of Superman yang sudah pasti lebih tua dari mereka :D

Manse kisses uncle VJ (cameramen) 

Oh iya, satu lagi. Il Kook dan isterinya sengaja tidak banyak membelikan mainan untuk triplets, mereka lebih suka memberikan hadiah seperti sepeda, lego, puzzel ataupun permainan-permainan fisik lainnya yang membuat mereka banyak bergerak dan menggunakan pikirannya seperti Taekwondo, diajak camping dll

Diajak belajar Taekwondo
Diajak camping

Belajar jadi dentist

- Tidak menjadikan anaknya komersil secara berlebihan

Menyambung tulisan diatas, meskipun Daehan Minguk Manse banyak shooting untuk iklan dan  sering shooting The Return of Superman, Il Kook mengatakan bahwa ia dan isterinya sepakat bahwa pendidikan anak-anaknya adalah yang terpenting, itu sebabnya kru The Return of Superman hanya menshooting mereka rata-rata satu bulan sekali dalam 3 hari, sehingga untuk satu kali shooting mereka akan membuatnya menjadi lebih dari 2 episode. Il Kook juga mengatakan saat anak-anaknya sudah sadar bahwa kehidupan mereka terekspos dan merasa tidak nyaman dengan kehadiran para kru ataupun iklan-iklan yang ada, ia akan menyudahi shooting dan acara tersebut untuk meliput anak-anaknya.

Tapi Alhamdulillah sejauh ini anak-anaknya masih terlihat tidak sadar atau tidak bermasalah dengan keadaan para kru The Return of Superman bahkan mereka terlihat sangat dekat, terlihat dari kebiasaan triplets yang suka menawarkan makanan kepada VJ mereka atau kru-kru lain saat mereka memakan makanan yang enak tanpa disuruh oleh Il Kook. Tiap shooting dan bagun pagipun Triplets secara reflek langsung mencium alias popo kameranyaa, saat si Manse ketakutan dengan boneka dinosaurus ia langsung meminta perlindungan dengan VJ nya, walaupun aku suka banget sama triplets, aku juga nggak mau nonton mereka kalau mereka terlihat merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka lakuin, tapi karna sejauh ini mereka masih terlihat sangat nyaman, akupun akan selalu setia menonton :D

Triplets dengan salah satu VJ saat break shooting

- Dididik untuk saling menyayangi satu sama lain

Dan yang paling penting buat ku adalah mereka bertiga saling menyayangi banget, atau kalau kata Il Kook tuh "Bromance". Il Kok menyadari, nggak gampang membesarkan 3 anak sekaligus, dia tidak mau menyayangi mereka secara berbeda apalagi sampai mereka merasa ia tidak disayang atau lebih disayang satu sama lain. Banyak nitizen yang berkata bahwa Il Kook kurang perhatian kepada Daehan, padahal Il Kook mengatakan itu semua salah, dia memang tidak atau jarang memperhatikan Daehan seperti adik-adiknya yang lain, tapi itu dilakukan karena mamang ia melihat Daehan sudah lebih dewasa daripada yang lain, bahkan pernah disalah satu episode saat ia hendak menggandeng Daehan, dia malah melepaskannya dan meminta agar adiknya yang ayahnya pegang kemudian ia mengeratkan pegangannya dengan sang adik. Il Kook bilang Daehan itu mirip banget sama dia, makanya kalau lagi berdua sama Daehan (kaya waktu di kapal laut ep 98-99) dia merasa Daehan seolah mengerti sulitnya ia menjaga ketiga anaknya, Daehan pun kelihatan kalau dia mencium appa nya bukan hanya untuk bermanja-manja, tapi sekaligus menguatkan appa nya tersebut, dan lagi waktu Daehan memakai kacamata Il Kook terlihat sangat sedih dan kasihan sama Daehan yang masih kecil harus pakai kacamata meskipun ia sadar memakai kacamata akan lebih baik untuk Daehan.

Daehan really loves his appa

Manse sering banget berantem sama Minguk tapi paling sering berlaku sweet juga sama Minguk. Contohnya, disalah satu episode saat pengambilan foto untuk passport, Manse pernah tiba-tiba mukul Minguk tanpa alasan, minguk mau nangis, eh abis itu tiba-tiba mereka dua peluk-pelukan dan cium-ciuman XD ajaib banget lah itu anak dua. Pernah juga Minguk dan Manse pukul-pukulan, eh tau-tau mereka pelukan lagi

Abis pukul-pukulan

Adegan diatas itu dilakukan mereka tanpa disuruh oleh sang Ayah, karena memang sudah menjadi kebiasaan Il Gook dan isterinya untuk mengajarkan mereka saling berbagi dan menyayangi satu sama lain. Setiap kali mereka berantem, ayahnya bakal suruh mereka saling peluk dan cium satu sama lain. Pernah juga Il Kook nggak sengaja bikin kepala Minguk kejedot, disitu Daehan dateng untuk nemangin Minguk, Manse secara reflek langsung mau nangis dan marahin papa nya. Gemes-gemes kasian gimana gitu pas liat adegan itu

Waktu appa nya dimarahin manse gara-gara bikin pala Minguk sakit
Daehan is true elder XD

Peluk dan cium tiap abis berantem ala-ala Song Il Kook

They are happy to be together :D

He loves his sons
Baby Daehan, Minguk, Manse XD

Bromance :D
Minguk and Manse

Namanya juga anak kecil yah XD

4. Faforit

Menurut ku ini adalah pertanyaan paling sulit untuk dijawab, nggak ada satupun dari Daehan Minguk dan Manse yang menjadi Faforit ku, karena aku akan menjadi selalu galau dan labil hahaha. Satu menit aku suka Daehan, Minguk muncul aku suka Mingguk, Manse muncul aku suka Manse. Intinya aku menyukai mereka semua! I love how Daehan takes care his dongsengs (adek-adek), membantu ayahnya ataupun gentle terhadap orang yang lebih muda meskipun bukan adik kandungnya (di episode dia meluk si kembar Soun Sojun), suka juga tiap kali Minguk terlihat cerdas dan imut, suka juga pas manse lagi ajaib, rese dan gentel sama perempuan (kalau gentle sama perempuan, Manse dan Minguk jagonya hahaha).

Jadi kalau masih dipaksa menjawab, aku bakal lebih milik papah nya aja XD karena jujur emang salut banget sama cara mereka mendidik anak, meskipun kadang tetep suka nakal khas anak-anak (gak nakal mah nggak lucu kan), mereka tetap bisa memahami anak mereka tapi nggak membiarkannya menjadi manja berlebihan :D suka banget sama cara Il Kook respek sama isteri dan cinta sama keluarganya. Ditambah lagi menurut ku Il Kook itu aktor korea yang bedaaa, disaat aktir korea atau artis korea pada jagonga dance dan sangat menjaga penampilan, Il Kook ini bener-bener cuek banget hahaha. Bajunya pake kaos-kaosan doang, perutnya buncit khas bapak-bapak nggak mesos tapi jago jaga anak-anaknya dan lumayan bisa masak at least bagi triplets masakannya appa nya ini enak, suami idaman banget lah :D

Tapi diatas itu semua selalu ngefans sama Ibunya triplets yang bisa kuat banget mengandung dan melahirkan triplets sampai bisa jadi anak-anak yang gemesin, cerdas dan lucu ini XD ditengah kesibukannya menjadi hakim :D

Wednesday, 30 September 2015

Ikan Gabus dan Putih Telur yang Luar Biasa

Beberapa bulan lalu tepatnya bulan Juni 2015 Ibu Saya di vonis kekurangan Albumin dalam tubuhnya. Berdasarkan keterangan singkat dokter dan yang Saya baca di internet, intinya albumin adalah protein darah yang berfungsi mengikat molekul-molekul yang tidak dibutuhkan oleh tubuh yang dibuang bersama urine. Sehingga kekurangan Albumin menyebabkan terjadinya penimbunan cairan (yang seharusnya dibuang tersebut) dalam jaringan/edema yang menyebabkan bengkaknya kedua kaki, tubuh, perut dan/atau bagian tubuh lainnya atau bahasa ilmiahnya disebut asites. Tentang riwayat kesehatan, Ibu Saya memiki tekanan darah tinggi dan diabetes (dari nenek) dan beberapa bulan terakhir memang sedikit mengalami pembengkakan jantung sehingga menyebabkan Albumin dalam darahnya berkurang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter menyarankan beliau untuk meningkatkan Albumin tersebut dengan beberapa cara, dan beberapa cara yang ditawarkan diantaranya: mengkonsumsi albumin dari infusan, dalam bentuk obat kapsul, serbuk atau yang alami seperti ikan gabus dan putih telur. Untuk harga albumin dalam bentuk infusan, terakhir Saya tanya di apotek harganya sekitar 1,5juta-2 juta per infus dan dalam sehari dibutuhkan paling nggak 1 infusan, yang kapsul sekitar 160-200ribu/10 kapsul untuk 10 hari dan yang sebuk harganya 25-30 ribu per sashet (satu sashet 1 hari).

Hari pertama, dokter akhirnya memberikan albumin dalam bentuk infusan, sekitar 3 hari Ibu Saya di opname, beliau sudah jauh lebih baik, kaki dan anggota tubuhnya yang bengkak sudah mulai normal molekul-molekul tidak penting yang sebelumnya tertahan di tubuh sudah dikeluarkan lewat urine (kata Ibu, setalah diifus tersebut beliau bisa ke toilet sampai 10 kali per hari. Setelah kondisi Ibu sudah membaik, akhirnya Ibu pulang ke rumah, namun hanya selang beberapa bulan beliau opname lagi di RS dengan masalah yang sama. Dokterpun menyarankan kepada Saya agar Ibu rutin mengkonsumsi Albumin dan lebih baik yang sashet atau yang kapsul saja, disamping lebih praktis dan dapat dikonsumsi sehari-hari, harganya juga jauh lebih murah namun kualitasnya tidak beda jauh dengan yang infus. Akhirnya kami membeli sesuai rekomendasi dokter, namun saat mengkonsumsi albumin tersebut, Ibu Saya tidak kuat dengan bau dan rasanya (terutama yang serbuk), disamping itu, efek penghilangan bengkaknya tidak secepat yang infus.

Setelah konsultasi, baca-baca internet dan pikir-pikir, kami teringat pesan dokter bahwa ikan gabus dan putih telur mengandung banyak albumin, namun masalahnya ikan gabus itu sangat sulit untuk dicari dan Ibu Saya tidak boleh terlalu banyak makan kuning telur karena kadar kolesterolnya yang tinggi. Setelah muter-muter pasar di Jakarta dan sekitarnya (serius muter-muter) mulai dari perumnas, klender, sumber arta, bekasi, kramat jati, pasar minggu, kranji dan sebagainya, akhirnya itu ikan gabus tersebut ditemukan! (halah), mereka ada di Pasar Kramatjati dan sekedar informasi, dari seluruh pedagang ikan di kramat jati, hanya ada 1 kios yang jual dengan harga Rp. 75000-85000/kg, terbilang mahal karena memang sangat langka, kaya manfaat dan bener-bener susah dicari.

Sayapun langsung "PDKT" sama si abang yang jual ikan gabus dan minta nomor tlp nya supaya beliau bisa nyetok ikannya ketika Saya butuh dan mau kesana karena rumah Saya ke Pasar Kramatjati jauh sekali dan ikan tersebut jarang ada. Berdasarkan informasi dari si abang, ikan gabus itu langka karena gak terlalu tahan di musim kemarau, selain itu ikan gabus gak bisa/sulit diternak di empang karena mereka tidak bisa beradaptasi dengan tempat yang tidak alami seperti sungai atau kali, sekalipun ikan tersebut bisa tumbuh, kadar albumin yang mereka hasilkan tidak akan sama dengan yang hidup di alam bebas, selain itu dunia medik benar-benar membutuhkan ikan tersebut. Jadi cukup paham kan kenapa ikan itu langka? Bahkan yang sedikit mengerikan, Saya pernah hampir tertipu pedagang yang memberikan Saya ikan patin, bukan gabus. Secara sekilas mereka memang sangat mirip, sama-sama panjang dan mukanya gepeng dan jahat, tetapi kalau diperhatikan dan disentuh sangat berbeda, ikan gabus kasar dan bersisik, mukanya lebih gepeng dan agak jahat gitu. Kalau ikan patin, gak bersisik, agak licin dan mukanya lebih lebar.

Setelah sampai rumah, Saya pun  mengolah ikan itu. Karena Ibu benar-benar harus menjaga makan, maka cara mengolahnya pun bener-bener hati-hari: gak boleh di goreng atau disantan! akhirnya Saya pun memilih cara paling gampang: di steam! hehehe. Tapi Ibu protes karena rasanya gak enak, mungkin karena bumbunya gak banyak. Akhirnya setelah baca resep di internet dan tanya-tanya, Saya mulai mengolahnya dengan cara dibuat pucung gabus, atau acar kuning atau di arsik. Kata Ibu rasanya udah lumayan enak (masih lumayan), ya wajar karena Saya tidak banyak memberi garam, tanpa mecin (Saya anti mecin :p) dan gak boleh digoreng. Setelah makan ikan gabus tersbut, bengkak-bengkak Ibu Saya sudah normal dan Alhamdulillah beliau kembali seperti semula. Hasilnya benar-benar cepat, hanya 2-3 hari.

Seperti yang tadi dituliskan, selain ikan gabus, Albumin juga banyak terdapat di putih telur. Untuk mendapatkan putih telur itu tugas Ayah dan Adik Saya untuk menghubungi industri kue kecil rumahan. Seperti yang kita tau, pembuat kue biasanya banya membutuhkan kuning telurnya saja, dan putihnya akan dijual seharga 3000-8000/liter. Alhamdulillah di rumah Saya ada yang dengan senang hati membagi putih telurnya pada kami hehehe. Pengolahannya beragam, mulai dari direbus, di steam, dumis, diorak arik dan sebagainya. Biasanya Saya 'memaksa' Ibu makan yang direbus/steam saja agar lebih sehat. Efek putih telur memang tidak secepat ikan gabus, tapi lumayan juga lah daripada Ibu harus makan kapsul yang katanya agak mual tersebut. Putih telurpun lebih mudah untuk diolah dan dicari, sehingga bisa jadi alternatif untuk ikan gabus yang semakin langka.

Overall, sampai hari ini, Alhamdulillah Ibu sudah lebih baik. Semua berkat Allah SWT, dokter dan keinginan beliau untu sembuh. Sampai sekarang Ibu paling tidak seminggu sekali mengkonsumsi ikan gabus dan hampir setiap hari makan putih telur.

Itulah yang bisa Saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat dan semua yang sakit bisa segera disembuhkan. Aamiin ya Rabb :D