Sunday, 2 August 2015

Menyapa Suku Baduy

Beberapa Langkah Sebelum Badui Dalam

Perjalanan ke Baduy Dalam
I.                   Gambaran Singkat

Post kali ini Saya akan membahas perjalanan yang sudah dilakukan sekitar satu tahun lalu tepatnya satu minggu setelah idul fitri tanhun 2014. Perjalanan ke Baduy kali ini serba mendadak, kami hanya mempersiapkannya kurang lebih tiga hari sebelum keberangkatan. Sekedar gambaran, Baduy adalah sebuah nama dari sebuah suku yang berdomisili di Banten yang masih sangat menjaga kehidupan tradisional yang menjadi warisan leluhurnya. Secara umum Suku Baduy terbagi dua yaitu Baduy dalam dan Baduy Luar, yang membedakan adalah Suku Badui dalam masih benar-benar menjaga diri dari pengaruh modernisasi seperti menggunakan benda-benda elektronik, produk-produk yang menggunakan bahan kimia dan sejenisnya sedangkan yang Baduy luar masih mentolerir hal-hal tersebut namun dalam jumlah terbatas, biasanya hanya berupa lampu atau alat-alat dokumenter bagi wisatawan yang datang. Yang membedakan Baduy dalam dan luar secara fisik adalah baju dan sandal yang mereka gunakan, Baduy dalam berpakaian serba hitam tanpa menggunakan sandal, sedangkan Baduy luar berpakaian serba putih dan menggunakan sandal jepit.
Mata pencaharian mereka cukup beragam, Masyarakat Baduy dalam biasanya akan mencari hasil hutan ataupun membuat kerajinan tangan yang kemudian dijual ke pengunjuk ataupun di sebuah pasar kecil yang ada di Baduy luar, sedangkan Masyarakat Baduy Luar sudah mulai menjual minuman dan makanan modern untuk para wisatawan yang kehabisan perbekalan di tengah jalan.
Saya melakukan perjalanan ke Badui Dalam bersama dengan delapan menggunakan cara yang sangat sederhana, nyambung dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya, semua serba sederhana namun terasa sangat menyenangkan. Tujuh diantara delapan orang tersebut adalah mantan Pengajar Muda dari berbagai angkatan, yang satunya adalah kakak Saya yang merupakan mantan pecinta alam, sehingga mereka semua sudah terbiasa dengan perjalanan jauh dan serba backpacker, sedangkan Saya? Saya hanya penikmat alam yang menyukai perjalanan.


II.                How to get there

Yang terpenting dari perjalanan ini adalah kita harus menuju Desa Ciboleger di Banten yang merupakan pintu masuk ke Suku Baduy dan disana banyak rumah-rumah suku Baduy Luar. Dari Jakarta, kami memulai perjalanan di Stasiun Tanah Abang dan menaiki kreta yang menuju Stasiun Rangkasbitung dengan Tarif Rp. 15.000,- untuk kelas Bisnis dan Rp. 7.500,- untuk kelas Ekonomi, kretanya cukup nyaman dan saat itu Saya tidak melihat ada penumpang yang tidak memiliki tempat duduk, perjalanan sekitar 3-4 jam.
Setelah sampai di Stasiun Rangkasbitung, kami mencari sebuah angkot berwarna biru yang menuju Terminal Aweh, untuk nomor angkotnya ada banyak sehingga kita cukup bertanya kepada warga sekitar mana saja angkot yang menuju Terinal Aweh, tarifnya saat itu Rp. 3000,- karena memang cukup dekat. Dari Terminal Aweh, kami naik Elf menuju Desa Ciboleger dengan tariff Rp 15.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- dan saat itu kami membayar Rp. 25.000,- dikarenakan cukup high season. Perjalanan sekitar 2 Jam, sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi jalanannya cukup buruk sehingga yang gak kuat mabok darat Saya sarankan untuk mengantisipasi hal tersebut dan mengambil tempat yang strategis (jangan dekat ban dan usahakan dekat jendela agar mendapat angin). Selama perjalanan Saya hanya tidur, sesekali terbangun ketika mendengar bunyi ayam yang ikut naik di elf kami, bagi Saya itu adalah seni dari sebuah perjalanan.
Setelah elf sampai di gerbang Desa Ciboleger kami disambut dengan pemandangan yang sangat unik. Sisi kiri kami adalah Patung Selamat Datang Desa Ciboleger, sisi kana nada Musolah kecil, kamar mandi dan Alfamart (iya ada alfamart) dan disisi depan ada gardu selamat datang yang menyajikan pemandangan hutan dan rumah-rumah milik suku Baduy Luar. Saat melihat gardu tersebut, Saya langsung de javu dengan kartun flinstoon si manusia batu :D
Jangan lupa, setelah mencukupkan perbekalan kita harus lapor Pak RT (atau Pak Desa?) disana, selain bertujuan pendataan pengunjung (agar kalau hilang ada datanya :p), pembayaran tiket (kurang tau berapa tapi yang pasti murah) hal tersebut juga bertujuan memberikan kita Guide, dimana Guide tersebut merupakan masyarakat Baduy Luar yang bertugas memandu jalan. Masyarakat lokal biasanya menghabiskan waktu paling lama dua jam menuju kesana, bahkan yang sudah terbiasa bisa hanya 1 jam, namun pengujung biasanya memakan waktu 2-6 jam, tergantung speed dan waktu istirahat yang kita pakai. Melihat latar belakang rekan-rekan perjalanan, mungkin kalau tanpa Saya, rombongan hanya perlu waktu 2 jam, tetapi karena Saya banyak istirahat, maka kami menghabiskan waktu 3 jam, lumayanlah untuk pemula gak sampe 6 Jam, hehehe. Sepanjang perjalanan kami melewati danau yang indah, rumah-rumah penduduk yang unik, pepohonan yang sangat rindang dan ular hehe, saat perjalanan sempat hujan sehingga jalanan agak sedikit nge-blog, tetapi atas bantuan Bapak Guide Alhamdulillah kita jadi aman hehehe. Oh iya, sepanjang perjalanan kita masih boleh foto-foto, tetapi begitu memasuki wilayah Baduy dalam, Pak Guide akan memberikan kita tanda bahwa segala yang elektronik tidak diperbolehkan.
Singkat cerita, kami sampai di Baduy Dalam dan Bapak Guide mencarikan rumah yang bisa kita singgahi, setelah ketemu kita langsung taruh barang-barang bawaan di rumah tersebut, mandi dan shalat. Selesai Shalat, rombongan wanita langsung masak bareng sama akang dan teteh pemilik rumah, dengan penerangan seadanya, alat masak yang masih tradisional, bumbu yang apa adanya, perut yang kroncongan semua menjadi terasa nikmat. Selesai masak kami langsung ngobrol-ngobrol dengan tuan rumah dan bergegas istirahat karena kami harus melakukan perjalanan jam 08.00 pagi esok hari.
Keesokan harinya saat matahari terbit kami berkeliling melihat-lihat rumah penduduk dan kami kaget, mereka semua cantik-cantik dan ganteng hehe, mata mereka besar coklat tua, hidungnya mancung-macung dan kulitnya bersih-bersih banget, mungkin karena semua serba alami, hehehe. Singkat cerita kami pulang diantar dengan Bapak Guide sampai Gerbang Desa Ciboleger dengan membawa sejuta kesan.

III.             Pesan dan Kesan

1.      Perhatikan jadwal kereta menuju Stasiun Rengkasbitung, biasanya perjalanan dari Stasiun Tanah Abang hanya tiga kali, jangan sampai tertinggal kreta atau menunggu terlalu lama dan kalau mau lebih well prepare beli aja dulu tiketnya sebelum keberangkatan;
2.      Dana yang Saya habiskan per orangnya sekitar Rp. 250.000,- sudah termasuk:
a.       Transportasi PP
b.      Beli Sarden, Beras 1 liter, minyak goreng, cabe (untuk dimakan disana bersama-sama tuan rumah, sisanya biasanya bakal kita tinggal untuk ucapan terima kasih tambahan mereka) P3K dan keperluan pribadi
c.       Biaya Guide, Tiket Masuk dan Tuan Rumah (walaupun gak ada tariff resmi dan emang mereka gak minta suatu jumlah tertentu, kami patungan ngasih sekitar Rp. 50.000-Rp.100.000,- per orang) waktu itu yang urus pembagiannya Tour Leader (Mas Ridwan, PM VI)
d.      Oleh-oleh (kalung dan gelang)
3.      Pertama agak gimana gitu atas adanya pasar modern disana, tapi pas dipikir-pikir itu untuk  kebaikan warga juga karena jarak tempuh ke kota jauh bgt, di tengah jalanpun para pengunjung banyak yang kehabisan perbekalan, sehingga banyak yang beli minuman dari warga dan warga belinya di pasar modern tersebut, secara gak langsung kehadirannya membantu perekonomian warganya.
4.      Banyak para pengunjung yang cerita di media sosialnya kalau mereka diem-diem mengambil gambar di Baduy Dalam, tapi saran Saya sih ikutin aja aturannya dan jaga kebersihan, be respect each other :D

5.      Baca dari blog sebelah, kalo naik travel (Jakarta-Baduy) sekitar Rp. 500.000,- diluar biaya point B.

Thursday, 9 April 2015

Intermezo

Ketika Tuhan (Akhirnya) Mengizinkan Ku untuk Jatuh Cinta

Aku mencintai dia
Entah siapa dia
Seseorang yang telah ku kenal, kah?
Atau seseorang yang sama sekali belum pernah ku temui?
Atau barang kali dia adalah orang yang sangat ku kenal

Aku mencintai dia
Bahkan jauh sebelum kami saling menyadari kehadiran masing-masing
Maka pilihan ku sekarang, adalah menjaga kesendirian ku
Hingga akhirnya ketika ia datang dengan keinginan melangkah bersama
Ia tidak perlu mengambil ku dari yang lain
Atau aku tidak perlu merasa sakit yang keterlaluan dari yang lain
Tidak perlu ada hati yang sakit dengan anggapan dikhianati

Iya, sering kali untuk melindungi dari seseorang yang salah
Tuhan akan mematahkan hati kita

Aku tidak tahu apa kini ia sedang berjanji menjaga hati dengan seseorang
Atau berfikir sama dengan ku

Tetapi aku percaya
Jodoh pasti dipertemukan
Apa yang menjadi milik ku, tidak akan terlewat untuk ku
Dan yang terlewat dari ku, pastilah bukan milik ku

Akan selalu ada putaran balik
Sehingga kalaupun terlewat, Tuhan akan selalu menuntun kami
Ke tujuan masing-masing

Dan aku benar-benar jatuh cinta
Dengan caraNya membuat ku jatuh cinta

Tuesday, 11 November 2014

Dunia Kerja


Mumpung masih muda, kejar mimpi mu.. katanya
Mumpung masih muda, raih cita-cita mu.. katanya
Mumpung masih muda, gapai asa mu.. katanya

Mumpung masih hidup, jadikan mimpi, cita dan asa mu menjadi sebuah harapan bagi orang lain, bagi bangsa mu, bagi agama mu..

Bagi mereka yang tidak seberuntung kamu..

-Aku-

Apa kamu pernah merasa tidak puas terhadap segala kerja keras mu selama ini? Yang bahkan kerap menuai pujian dari rekan mu?

Apa kamu pernah merasa kosong meski sudah menerima fasilitas yang telah disiapkan untuk mu?

Apa pernah saat logika mu berkata "bersyukurlah, banyak yang ingin di tempat mu" tapi ntah kenapa hati mu berkata "aku bersyukur, tapi mungkin memang cara ku bersyukur bukan berarti diam dan menetap terlalu lama"

Friday, 5 September 2014

Satu Aktifitas Kampus yang Sempat Terlupakan

Lagi ngerapihin file-file yang ada di laptop, ngebuka folder "dunia kampus" kemudian "lomba", ternyata ada satu folder yang hampir terlupakan dan jarang dibahas hehehe. Folder itu judulnya "Karya Tulis_Unbraw". Aku lupa, kalau waktu kuliah pernah ikut lomba nulis karya tulis ilmiah gitu. Judulnya "Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Berbasis Teknologi Guna Memutus Mata Rantai Birokrasi yang Korup" ternyata selain skripsi (Skripsi Medina) aku pernah juga ngeluarin karya ilmiah masa kuliah :") *beneran lupa*

Tapi karya tulis itu bukan aku tulis sendirian, bareng-bareng sama Ekha Nurfitriana dan Frellyka Indana. Sebenernya dari judul udah bisa keliatan kan pembahasannya tentang apa, karya tulis ini berisi masukan kita untuk pemerintah beserta konsep yang kita rekomendasikan untuk menjaring Pegawai Negeri yang berkualitas dan menghindari cara-cara curang. Waktu bikin karya tulis ini, kami dibimbing oleh Dosen kami yang bernama Pak Mahrus Ali. Kami membuatnya sekitar tahun 2013 awal, sebelum skripsian dan KKN.

Aku pribadi sejujurnya lebih suka dunia praktisi daripada riset, makanya aku lebih suka join kegiatannya Komunitas Peradilan Semu daripada kegiatan tulis menulis Ilmiah walaupun sebenernya Komunitas Peradilan Semu pun juga banyak banget nulis-nulisnya (malah berkasnya bisa untuk bikin orang bengek bengek, liat post ku yang INI ). Tapi tetep sih, riset itu menarik banget, apalagi kalau udah berhubungan sama dunia hukum dan masyarakat :D

BTW, temen ku yang namanya Ekha itu juga punya blog dan ngebuat Review singkat soal karya ilmiah kami, ni bisa di cek di BLOG EKHA 

Semoga Bermanfaat
Salam Satu Bangsa!



Thursday, 28 August 2014

Medina's Graduation Day Album


Alhamdulillah..Alhamdulillah..Alhamdulillah J

3 tahun 5 bulan menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, akhirnya aku resmi jadi Sarjana Hukum secara de facto dan de jure (halah) hahahaha

Aku exited banget untuk ngelakuin wisuda karena penundaan wisuda ku sekitar 5 bulan (seharusnya aku wisuda maret malah jadinya agustus)..tapi kalo dipikir-pikir, banyak banget hal ‘unik’ yang tersimpan dibalik penundaan ini yang aku rasain sendiri :D hehehe

Aku wisuda tanggal 23 Agustus 2014, di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang KM 14,5, Besi, Sleman, Yogyakarta. Dari Jakarta aku berangkat naik kreta tanggal 20 Agustus 2014 pukul 22.30 dan sampe Yogyakarta tanggal 21 Agustus 2014 pukul 07.00. Aku dijemput sama sahabat ku yang super baik Namanya Maulida Arrohmah :D

Tanggal  22 pagi-sore aku abisin waktu sama temen-temen, ngelepas kangen lah (padahal baru itungan bulan nggak ketemu, hehehe). Ibaratnya temen-temen ku masih pada di jogja, sedangkan aku dari awal maret udah pulang ke Jakarta, jadilah kami muter-muter jogja untuk sekedar cerita sekaligus menikmati kota jogja yang selalu ngangenin :) 22 Sore, aku ke stasiun tugu, jemput papa dan kakak ku..kenapa cuma mereka? Karena mama ku lagi sakit dan aqsha (adek ku) lagi ada acara di kampusnya. Jadilah kami cuma bertigaan hehehehee. Aku sama papa dan kakak ku langsung menuju hotel yang udah aku booking jauh jauh hari, malemnya langsung muterin kota jogja dan kulineran (tetep) terus kami kembali ke hotel di jalan kaliurang KM 15, hotel itu deket dari kampus ku.

untuk persiapan wisuda ini gak banyak yang aku lakuin, untuk kebaya aku pake kebaya yang ada di rumah aja, untuk make up aku di make-up in sama kakak ku, soalnya paling males antre dari pagi Cuma untuk make up, apalagi untuk wisuda aja, beda kalo itu make up untuk acara yang lebih sacral kaya pernikahan orang terdekat hehehe. Cuma sepatu aja persiapan ku yang agak ribet, aku belum pernah pake wedjes apalagi high heels soalnya.

Singkat cerita tanggal 23 pagi aku udah bangun jam 5 dan berniat untuk mandi, eh pas mau mandi air di hotelnya mati. Langsunglah hubungin pihak hotel dan baru ketemu solusinya jam 6.30 yaitu kita pindah kamar. Untungnya selama 1,5 jam gak sia-sia. Kami langsung ber-multi tasking. Kami sarapan, panasin mobil, packing barang-barang dan aku latihan jalan hehehe. Acara dimulai jam 8 dan aku baru mandi jam 06.30 dengan super buru-buru kami siap-siap. Tapi Alhamdulillah jam 07.20 kami udah selesai, bahkan aku udah selesai make up dan pake toga J saat itu juga kami langsung cuss ke kampus. Dengan sedikit berlari karena takut telat, aku isi daftar hadir wisuda dan masuk barisan yang udah disiapkan dan Alhamdulillah gak terlambat.

Setalah dipanggil masuk, berjalanlah acara wisuda dengan khidmat. Pas gladi bersih satu hari sebelumnya, gak ada khidmat-khidmatnya sama sekali. Temen-temen banyak yang ketawa pas nyanyi lagu Indonesia raya dan hymne UII, tapi pas hari H feel wisudanya dapet banget, sempet agak merinding gimana gitu J
Wisudawa hari itu meliputi Doktor, Magister, Sarjana dan Ahlimadya. Total wisudawan 700an, aku lupa jumlah pastinya. dari semua prosesi wisuda aku suka banget kata-katanya pak mahfud "jangan cuma jadi sarjana, jadilah cendikiawan muslim" :)

Setelah selesai wisuda acara, yang gak kalah penting ahirnya tiba, yaitu cari-carian hehehe. Aku dan semua temen-temen sibuk nyari orang tua/pendamping masing-masing, siuk nyari temen-temen juga untuk sekedar ngasih selamat, melepas kangen, ngasih bingkisan dan tentunya foto bareng hehehe. Di wisuda itu katanya nggak boleh bawa hape dan dengan polos (atau bodoh)nya aku bener-bener nurut dan ternyata temen-temen banyak yang bawa untuk hubungin keluarganya dan temen-temen lain. Untungnya sebelum pisah sama papa dan kakak ku, aku sempet kasih tau mereka untuk ketemuan di tenda utama, sisanya biarlah Allah yang mengatur dan feeling serta radar yan berbicara..kalau sudah ditakdirkan bertemu pasti bertemu #halah :p

Begitu wisuda selesai, orang yang pertama ku cari papa sama kakak ku, dengan bantuan beberapa temen akhirnya bisa ketemu dan gak terlalu lama, abis itu langsung ngeliat hape yang dititipin sama kakak ku, udah banyak banget bbm/sms yang masuk dan pas mau bales, gak ada sinyal lama banget sampenya..baru inget kampus ku di gunung L hehehehe. Tapi Alhamdulillah, walau sinyalnya model begitu masih bisa aja ketemu sama banyak temen-temen, pertama kali ketemu sama temen ku yang namanya @fanihusna hehehe langsung lah kami foto bareng, abis itu disusul sama temen-temen KKN dari desa kaliglagah, abis itu ketemu anak-anak ta’mir, ketemu juga sama anak-anak FKPH, sama beberapa anak KPS, sama cewe cewe anak kelas F yang sekelas waktu semester 1 (seneng banget ketemu esty yang udah 3 tahun nggak ketemu karena dia pindah ke Fakultas Kedokteran UMY) dan ketemu temen-temen perjuangan lainnya yang gabisa disebut satu-satu. Oh iya, dan pastinya temen temen dan sahabat sahabat terbaik ku, Pandu, Maulida, Rifka, Windi, Rifki, Iyan, Yanti, Ridwan, Putro dll :D

Alhamdulillah, seiring dengan ucapan dan doa yang banyak dateng mulai dari ketemu langsung, sms, bbm, line, twitter, fb, voicenote dan sebagainya ada juga yang ngasih aku hadiah wisuda ehehehe :D

super makasih untuk windi dan rifka :D btw sampe detik ini aku nggak tau pasti siapa yang ngasih boneka beruang gendut lucu warna coklat itu, siapapun itu terimakasih :) 

thanks juga buat pandu yang udah ngasih bunga dan flashdisk :D i'm trying to like all songs :D semoga persahabatan ini bener-bener bagai kepompong yaaa :D

with papa :D love you pak burhan :*


Rifka, Kakak ku tersayang, Medina, Windi, Pandu :D

w/ anak anak Hukum Tata Negara: Mega, Allan, Reza, Muchlas

mega, allan, medina, maulida, SH :p

Salman, Ridwan, Medina, Rifki, Putro, Pak wo

beberapa hari abis wisuda aku harus secepatnya balik ke jakarta, akhirnya senin malem sebelum aku pulang (aku pulang selasa malem)  aku makan sama beberapa temen-temen ku..kami makan di Muara Kapuas, Jalan Kaliurang KM 15 dan setelahnya kami lanjut ke Alun-Alun kidul, menikmati udara malem jogja rame-rame..banyak cerita cerita unik yang ku denger dari mereka..kami bercerita tentang rencana, mimpi dan sebagainya..aaaaa bakal kangen mereka semua, akal kangen jogja :) see you on the brighter future guys! keep in touch :) semoga ilmu yang kita dapat bisa bermanfaat bagi kita dan orang-orang sekitar kita ya :)

Law Generation

Jogja memang romantis :)

Tuesday, 12 August 2014

Pengalaman di Kampung Inggris: Mr.Bob English Club


Selamat pagi dari Ibu Kota Negara Indonesia :D

Udah Agustus ajaaa..perasaan baru 28 Februari 2014 kemari resmi jadi sarjana hukum, pulang ke Jakarta Akhir Maret 2014 dan tanggal 8 April 2014 langsung ke kampung inggris untuk belajar bahasa inggris selama hampir tiga bulan. Sekarang ngapain? Masih Jobseeker sambil nunggu wisuda 23 Agustus nanti (padahal harusnya bulan maret udah wisuda, gara-gara kasus di kampus ni! *sedih dikit*)

Kali ini mau ngereview lanjutan tentang Mr.Bob English Club, salah satu kursusan terbaik di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur yang punya spesialisasi ningkatin Pede.

Kaya posting-posting ku yang sebelumnya, aku bilang inggris ku ini basic banget

bahkan aku gak bener bener paham gimana cara pake tensis
aku gak ngerti kapan kita harus pake “to be” kapan nggak
dan jadi gak punya PD yang cukup untuk ngomong.

Banyak orang yang tanya ke aku kenapa aku gak belajar bahasa inggris sama kakak dan papa ku yang emang udah jago dan biasa ngomong inggris, jawabannya satu: Gak Pede. Paham sih dikit-dikit sama pembicaraan mereka, tapi rasanya berat banget buat ngomong, takut salah, takut diketawain dan takut dipotong karena salah.

Beberapa minggu abis sidang skripsi aku langsung balik ke Jakarta, setelah beberapa kali diskusi aku bertekat untuk belajar bahasa Inggris di Pare, Kediri Jawa Timur atau dikenal dengan kampung Inggris, aku percaya bahasa itu tentang habit, jadilah karena belum ada kesempatan ke Inggris langsung, aku mau membiasakan ngomong bahasa inggris di kampung inggris dulu hehehe. Aku pake waktu yang sedikit di Jakarta itu untuk browsing gila-gilaan cari kursusan yang cocok untuk ku. Yang aku percaya, bagus itu belum berarti cocok, semua tergantung goal dan kebutuhan kita masing-masing.  Metode nyari kursusan yang aku pake simple: cari aja yang paling banyak direview orang di blog mereka! Kenapa?  Jawabannya simpe: aku terkadang ngeblog, ngeblog itu butuh waktu dan mood yang baik, kalau aku menulis suatu pengalaman di blog ku, dapat dipastikan itu pengalaman yang sangat berkesan.
Salah satu kursusan yang banyak reviewnya adalah Mr.Bob English Club, hampir semuanya bilang disana sangat menyenangkan (bahkan kalo yang aku baca semuanya nyenengin). Gak Cuma Mr.Bob, ada beberapa kursusan lain yang katanya bagus dan menyenangkan, tapi karena goal ku bukan disana, jadilah aku pilih yang sesuai goal ku: Ningkatin Pede! Rata-rata kursusan di pare periode baru setiap tanggal 10 dan 25, termasuk Mr.Bob ini. Aku jalan dari Jakarta tanggal 8 April untuk ikut periode 10 April.


Kenapa sih Mr.Bob bisa meng-klaim dirinya sebagai kursusan yang ningkatin pede? Akupun awalnya mikir “ini jangan jangan asal klaim atau gimana gitu” tapi pas aku liat reviewnya, hampir gak ada review negative tentang Mr.Bob..dan ternyata pas aku join disana aku sendiri paham bahwa metode yang dipake itu emang ‘men-stimulate’ kita untuk ngomong banget. Jujur aku pernah jadi bagian dari Mr.Bob English Club sebagai  member dan sebagai  tutor camp (salah satu sisi positif yang aku dapet karena wisuda ku ditunda hehe) tapi apa yang aku tulis ini insya Allah pandangan Objektif ku terhadap kursusan itu, kalopun ada pandangan subjektif insya Allah base-nya tetep pengalaman pribadi yang aku rasain ;)

Kalau temen-temen ikut Camp nya Mr.Bob, tiap pagi senin-jumat kalian udah ‘dipaksa’ untuk bangun tidur, dipaksa ngomong bahasa inggris, cerita-cerita semua hal in English, pokoknya yang pendiem pun dipaksa untuk ngomong. Mungkin awal-awal rasanya masih berat dan kaku, tapi percaya atau gak, gak lebih dari 3 hari kita udah mulai ngerasa PD.  Soal metode detailnya gimana, bisa join langsung kesana ajaaaa, soalnya gak enak kalo ngebuka rahasia dapur-nya Mr.Bob English Club, tapi intinya aku pernah baca salah satu buku tentang psikologi gitu, intinya buku itu ngajarin gimana caranya ngebuat seseorang ‘tertarik’ dengan materi yang akan kita sampaikan. Nah, aku ngerasa para tutor Mr.Bob bener-bener nguasain itu :D ntah tutor kelas ataupun tutor camp, salute lah! Sesuatu yang gabisa aku dapetin di kota besar waktu aku belajar bahasa inggris..rasanya kaya kami lagi main-main, tapi tanpa kami sadari kami ngalamin improve. Mungkin awalnya gak ngerasa, itu baru kerasa begitu balik ke rumah masing-masing atau pas lagi ngeliatin diary (tiap hari kita harus ngisi diary gitu) awalnya diary ku acak kadul banget, banyak koreksian dari tutor camp ku, sampe akhirnya aku mulai terbiasa menulis bahasa inggris (walaupun masih harus tetep belajar, gak ada kata puas untuk belajar XD) aku yang awalnya sebel banget sama grammar, sekarang aku jadi suka grammar loh. Kenapa? Nanti beberapa paragraph kedepan aku bahas

Selain metode, suasana belajar di Mr.Bob juga asik, kekeluargaan banget. Gimana member, tutor, officer, owner serasa deket, paling gak itu yang aku rasain. Mereka bisa menempatkan diri gimana mereka harus bersikap. Sampe sekarangpun aku masih deket sama tutor ku waktu aku jadi member, dan sampe sekarangpun aku masih deket sama member-member ku waktu aku jadi tutor camp :D kebiasaan kita foto-foto dan exam kita yang seru ngebuat semuanya kerasa nyaman. Salah satu motto MBEC (Mr.Bob English Club) yang aku inget tuh ini: Kita, tutor tuh gak sempurna, kita juga gak bisa ngebuat kalian jadi sempurna, kita cuma mau kalian ngerasa English itu menyenangkan, kalian bisa kembangin sendiri apa yang udah kita kasih dan itu semua ada ditangan kalian, mau sekedar bisa, atau jadi super lancer, itu ada di diri kalian masing-masing. Agak lupa kalimat aslinya, tapi intinya begitu.

Awal aku menyukai grammar karena aku join di kelas 3GP2 (Grammar) nya mami Eni, metode yang dipake mami eni enak banget, jelas, langsung ke contoh, seru dan yang pasti seru. Mami Eni gapernah maksa kita ngapalin rumus, semua langsung ke contoh, bahasa yang dipake bahasa sehari-hari banget, gak terlalu bahasa grammar, jadinya gampang dicerna otak (ku) hehe, alesan kedua juga karna join kelas  Go Go Talk (Grammar for Speaking)-nya Mr.Abroad. Kelas ini juga asik banget, pokoknya semua langsung praktekin. Baru dikasih teori langsung praktek, teori praktek, teori praktek, begitu terus sampe akhirnya kita terbiasa ngomong dengan grammar yang tepat.

Aku mulai ngerasa pede pas beberapa hari aku join di kelas Speak Up 1-nya Miss El, miss El ini orangnya cantik banget, lucu, suaranya super cempreng dan bisa ngebawa suasana kelas jadi seru. Disitu juga praktek terus, tapi miss El lebih ngasih ke Pede, sesekali dikasih Vocab yang kita gak tau atau cara gampang pake grammar, tapi tetep fokusnya ngomong! Mau salah grammar atau minim vocab yang penting ngomong dulu, yang paling aku inget dari kelas Speak Up 1 itu: bahasa itu tentang “Lo ngerti. Gue ngerti. Yaudah” itu bener-bener ngena banget. Karena emang PD itu basic banget untuk sebuah komunikasi. Nanti soal grammar, pronoun dll bisa dipelajarin sambil jalan ketika kita udah dapet PDnya. Kalo aku pribadi ngerasa PD udah dari 1 minggu pertemuan kelas speak up 1, tapi kalo ngerasa udah dapet di feel grammar dan sebagainya itu pas udah kurang lebih 2 minggu-1 bulan. Semua itu gak terlepas dari English Area-nya Mr.Bob Camp :D 1,5 jam dikelas rasanya gak cukup untuk praktek ngembangin inggris kita, kita perlu banget join di Camp nya Mr.Bob. Mr.Bob punya banyak camp dan peminatnya pun makin banyak seiring dengan berjalannya waktu hehehe. 
Kalo kita gabung di Mr.Bob Camp banyak banget keunggulannya, kita bisa dapet Morning Class, Night Class, Confidence Show, Welcoming Party (awal mula kedeketan satu sama lain), Happy Saturday dan Farewell Party (gak setiap periode tapi). Semua program itu dirancang untuk ngebangun English kita, PD kita dan enjoynya kita disini. Buat yang mau jalan-jalan juga disini banyak tempat wisata loh, kaya bromo, sempu, kawah ijen, pantai prigi, semua itu bisa direquest. Tapi tentunya pake biaya pribadi hehe. Tapi untuk orang-orang luar jawa timur kaya aku pasti seneng, karena gak semahal kalo jalannya dari rumah masing-masing hehehe.

Banyak banget kelas-kelas yang seru, kaya speak Up 2 (hampir 100% praktek), Quicky Speak (praktek tapi lebih ke kehidupan sehari-hari, kaya pariwisata dll), Zip-zip (Listening for Speaking), Toefl Ceria (trik trik gampang ngadepin toefl), Prenoun (semacam tajwid nya orang inggris) oh ya pas join di kelas ini aku baru tau ada kamus namanya kamus oxford untuk ngebaca bahasa inggris hehehe, dan juga kelas clinic carrier, itu kelas untuk ningkatin PD dan kita dikasih trik untuk ngadepin job interview dan tentunya kelas tic-talk, ini kelas vocab tapi metodenya juga keren, kita gak disuru ngafalin, kita disuru untuk tetap speak dan ngedengerin cerita cerita absurd yang kocak dari para tutornya, karena ceritanya aneh aneh dan lucu, tiap vocab yang dikasih jadi gampang diinget. Seru banget laaaah. Oh iyaaaa, satu lagi kelewatan, MBEC club itu gak Cuma di pare aja, tapi ada di Yogya dan Lampung loh dan insya Allah akan makin mengembangkan kejayaannya (Aamiin ya Allah) dan yang bikin salute, dana yang masuk ke MBEC ini sebagian disisihkan oleh sang owner (Mr.Bob) untuk ngebantu sesama loh. Bener bener makin salut dan gak pernah nyesel jadi bagian dari MBEC (bukan post berbayar yaa, hehehe) kalo mau daftar silakan hubungin:

0857-8481-9391 / 0856-5568-1416 bisa SMS atau WA
Atau buka www.bobkayaraya.com oh iya , kalo mau daftar GA USAH pake calo, langsung aja ke nomor ituuuu, biar gak dapet tambahan harga..okey ;)


ini masih keluarga kecilnya Mr.Bob English Club looooh



Saturday, 10 May 2014

BROMO TRIP with my new family


Selamat pagi dari pare

Mau share pengalaman di Bromo

Gunung Bromo berlokasi di Timur Pulau Jawa dan salah satu gunung yang masih aktif. Gunung bromo termasuk gunung yang diminati banyak wisatawan karena akses jalan yang udah bagus, pemandangan yang amazing dan yang bikin seru Bromo ini gak hanya menawarkan pemandangan puncak yang bagus, tapi juga tempat wisata lain kayak pasir berbisik, kawah gunung, sunset dan sunrise view, savanna land aka bukit teletubies dan sebagainya. Gunung bromo merupakan salah satu sumber penghasilan bagi warga sekitar, mulai dari yang jualan makanan, minuman, cendera mata, penyewaan mobil pick up atau jeep untuk ke tempat wisata, sampe yang unik penyewaan jaket, syal, dan sebagainya

Aku ke bromo sama keluarga baru ku, masih inget kan cerita ku dengan para member mr.bob yang aku post sebelum postingan ini? Hehehe iyaaaa, aku kesana sama mereka, tapi nggak semua, karena perjalanan ini adalah perjalanan yang gak wajib, biaya jalan-jalan pun ditanggung sendiri. Kami jalan dari kampung inggris sekitar jam 22.00, naik elf isi 16 orang, so member kami yang ikut ada 15 orang karena satu lagi supir. Yang ikut ada Aku (Medina Widya Burhan), Amel (Sheila Amelia), Kak Puspa (Puspa Ayu), Dinar (Dinar Putri Utami), Icha (Annisa Muharami Devi), Tiara (Mutiara Damayanti), Mr.Abe (Ahya Burhani), Aldo (Tarsisius Gaordo Dangoldon Memory Tampubolon), Mario (Andi Mario Pasuloi), Tifan (Thifan Anjar), Ari (Achmad Fahri Rijanto), Kak Raki (Hiraqi Al Muchtein), Kamal (Akhmad Kamal), Taufiq, Jabrik, Ikki (Rezky Ramadhan)

Setelah berdoa kami jalan..aku gak terlalu inget detail perjalanannya karena aku tidur, tau tau bangun udah di bromo aja, nah abis itu Mr.Abe selaku ketua rombongan langsung nyuru kita turun dan dia transaksi sama mobil-mobil yang untuk ngangkut kami ke tujuan wisata kami di bromo, tujuan pertama kami adalah sunrise view. Sambil menunggu transaksi kami pergi ke toilet dan mempersiapkan diri, ada yang beli syal, topi, sewa jaket, beli sarung tangan dll. Harganya variatif, kami udah diwanti wanti kalau harga paling mahal  Rp 20.000 untuk 3 item: topi, syal dan sarung tangan, tapi begitu sampe disana kita biasanya bakal bayar lebih, bukan karena kita nggak bisa nawar, tapi lebih ke muka pedagangnya agak sedih gitu, jadinya pada gak tega...jadilah beberapa temen ku beli agak mahal walaupun udah dikasih tau harga pasarannya. oh ya selain itu ada penyewaan jaket juga, banyak yang sewain jaket jaket disana, sekitar Rp 5.000 – Rp 15.000, harga itu sangat variatif bukan karena modelnya, bahan atau warnanya, tapi seberapa kuat kalian liat muka sedih pedagangnya : ( tapi serius loh, waktu aku ke tangkuban perahu ada pedagang juga tapi mukanya gak sesedih di bromo. 

Sebelum memutuskan untuk menyewa jaket, PLEASE banget di cek jaketnya, terutama buat kalian yang mau jalan pagi buta kaya kamiiii. Kalo kalian beruntung, kalian bisa dapet jaket yang bagus ala-ala bule atau korea gitu, tapi kalo nggak kalian bisa dapet jaket yang banyak lobangnya atau robeknya kaya pengalaman temen ku, dia dapet jaket yang ada satu lobang gedenya, ak tau itu rusak apa sengaja dirobek oleh pemiliknya untuk menyimpan barang, yang pasti lobangnya gede banget. Tapi untuk menjaga nama baik dan martabatnya, aku samarin aja namanya jadi si X ya, nah pas pagi-pagi itu gada yang ngeh jaketnya si X rusak, tapi begitu matahari terbit semua menyadari bahwa ada robekan besar di jakenya si X dan jadilah di X dikenang dengan sebutan “Si Jaket”. Robekan itu muat untuk memasukan aqua botol 1 liter loh, bisa dibayangkan?

Tapi nasib yang menimpa Si X nggak dirasakan oleh tiara dan kak raki, mereka berdua cukup beruntung karena mendapatkan jaket yang bagus dan hangat. Nah gimana balikin jaketnya? Gausah takut, para pedagang udah tau kok yang mana jaket mereka, jadi begitu kami sampai ke kaki gunung bromo itu (yang banyak pick up dan jeep) mereka akan nyamperin kita kita, soal gimana mereka hafal biarlah mereka dan tuhan yang tau.

Balik lagi ke masalah mobil, ada dua jenis mobil, yang pertama jeep dan pick up, kalo jeep kapasitas angkutnya lebih kecil tapi lebih meyakinkan gitu kalo dibandingin sama pick up. Berhubung kami adalah  rombongan besar yang tidak ingin dipisahkan satu sama lain, akhirnya kami pilih pick up (padahal sih untuk menghemat budjet).  Iyaaap, akhirnya naiklah 14 orang tidak berdosa keatas mobil pick up, 2 orang lagi ada didepan sama supir. Sepanjang  perjalanan dari tempat pick up ke bromo view udara paginya dingin banget, kami gak terlalu bisa liat pemandangan karena masih gelap, tapi kami segaknya bisa ngeliat lampu-lampu kota dan mobil sepanjang perjalanan, kalo di jogja mirip kaya bukit bintang, kalo di puncak mirip sama puncak pass. Perjalanan dari penyewaan pickup sampe bromo view sekitar 30 menit, sejujurnya gak terlalu nyaman karena cukup menyiksa pantat dan punggung, tapi Alhamdulillah gak ada yang ngeluh keterlaluan, semua karena kami menjalaninya sambil foto-foto bercanda dan ngobrol-ngobrol satu sama lain, jadilah rasanya enjoy-enjoy aja, dinginnya bromo di pagi buta kalah dengan kehangatan kami *halah*

muka beler

Sesampainya disana kami turun di depan salah satu warung makan, ada yang pesen kopi, jahe, teh, pop mie, ada juga yang foto-foto. Sekitar jam 4 kami sampe dan leader kami menyarankan untuk shalat dulu, karena kami gakan sempet subuhan kalo udah diatas. Sekitar 04.20 kami naik ke bromo view, aku udah siapin mental, karena ku pikir ini adalah pendakian, tapi ternyataaaaa jengjengjenggg, kami hanya perlu mendaki beberapa anak tangga untuk sampai kesana dan dalem hati aku mikir, mungkin ini adalah salah satu alasan bromo banyak pengunjung terutama untuk orang yang suka pemandangan bagus tapi males mendaki seperti saya.

Ternyata pas disana tuh rameeeeee buangeeet karena kita kesana pas lagi weekend, aku sempet mikir kanyanya gabakal bisa dapet view bagus deh, bayangin ajaaa orang-orang dapet view bagus karena berdiri di pager pembatas, aku agak iri gitu dan pengen liat, tapi karena full dan aku gabisa nyelip, akhirnya aku cuma bisa ngintip pemandangannya dari sela-sela betis orang yang diri di pager pembatas, agak sedih sih. Pas lagi ngintip dari salah satu betis mbak-mbak gt tau tau aku kejatohan botol minum, ternyata mbak-mbak diatas ku pingsan gituuu, aku panik lah, dia lagi sama pacar atau tunangannya gt, akhirnya si mbak-mbak di gotong sama si mas nya itu dan aku merasa berdosa, karena aku langsung manjat ke tempat mbak-mbak yang pingsan tadi dan berhasil ngeliat panorama bromo yang indah


hampir terbit



bromo view


gunungnya ilang, sisa muka semua...............


Setelah puas dengan bromo view, kami pergi ke savanna land naik pick up itu lagiiii, penyiksaan bagi pantat dan punggung kami lagi sih, tapi its okelaah..untungnya pemandangan disana indah bgt, ada bukit yang bentuknya kaya ager gitu, lucu deh pokoknya pemandangannya bener bener indah, kami menghabiskan waktu dengan foto-foto dan ngeledekin si X yang jaketnya rusak itu, di savanna land bener bener kaya bukit teletubies, indah deeeh

siap angkut ke tempat selanjutnya

pemandangan inilah yang menjadi obat untuk pantat dan pungung kami (diambil saat perjalanan naik pick up)

Nah rencananya abis dari savanna kami mau ke pasir berbisik, tapi kami batalkan karena kami memilih untuk menghabiskan waktu lebih lama ke kawah bromo, Mr.Abe bilang kalo kawah bromo akan sedikit mendaki dan perlu waktu agak lama untuk sampe ke puncak, akhirnya kami langsung cuss ke kawah. Aku kira cuma nanjak boong-boongan kaya di bromo view, tapi ternyata beneran. Jarak yang cukup jauh ini dimanfaatkan dengan baik oleh pemilik kuda, mereka menyewakan kuda mereka untuk para pengunjung yang mau sampe ketangga kawah (karena sebelum sampai di tangga kawah masih ada perjalanan cukup terjal sekitar 20-30 menit. Penyewaan kuda antara 20-50 rb, tergantung jarak dan ketahanan kalian ngeliat muka sedih juga. Nah aku yang gak biasa begitu begituan sempet tergoda naik kuda, cuma Rp 20.000 katanya, tapi aku mikir klo sensasi sampe puncaknya pasti beda antara naik kuda dan bener bener jalan kaki, akhirnya aku jalan kaki, ditemenin dengan setia oleh amel dan kak puspa yang terus nyemangatin, tapi mental kadang lemah juga kadang mikir “udahlah, masih jauh” dan sempet tergoda untuk istirahat sambil makan bakso, tapi lagi lagi mereka menguatkan, eh ujung-ujungnya pas di 10 tangga terahir aku malah lari sampe puncak kawahnya. Pemandangan dari atas bagus banget, sayangnya di pager-pager kawahnya banyak yang coret-coret, nyebelin deh ngerusak gitu. Aku foto di sela-sela pager kawah, niatnya biar keliatan kawahnya gitu kan keren berasep-asep, ternyata pas aku liat hasilnya jadi kaya foto di deket tong sampah yang lagi dipake untuk bakar sampah gitu, jelek banget, karena ada coretannya


pendekar
bukit teletubies

senyum hampir pingsan

setengah perjalanan menuju kawah gunung bromo

full team (gara gara ada tambahan rombongan dari old member gituu)


Kalo kesana jangan lupa bawa masker yaa, karena kawahnya masih suka keluar-keluar. Kami bener-bener menikmati perjalanan kami, kami gak cuma dapet pemandangan, tapi kami dapet kekeluargaan, rasa terimakasih pada tuhan dan yang pasti kami dapet foto-foto yang banyak, eheheheh :p oh yaaa, hampir lupa, kalo mau beli bunga eldelwise hati hati ya guys disana banyak yang palsu (lebih baik nggak beli sih karna bunga itukan dilindungi), si dinar sama icha aja beli disana tapi layu, padahal harusnya gabisa layu looh

Okelah sekian dulu, enjoying Indonesia! :D